Kabupaten Banjar

Dukung Swasembada Jagung Nasional, Pemkab dan Polres Banjar Salurkan 13 Alsintan Ke Petani

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Guna mendukung program swasembada jagung nasional serta meningkatkan produktivitas pertanian. Pemerintah Kabupaten Banjar bersama Polres Banjar menyalurkan bantuan 13 unit alat dan mesin pertanian (alsintan), kepada kelompok tani di enam kecamatan di Kabupaten Banjar. Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Selasa (20/10/2026).

Bantuan tersebut terdiri dari tujuh unit traktor roda dua tipe rotary dan enam unit pompa air berukuran 3 inci. Alsintan ini diharapkan dapat menunjang pengolahan lahan, memenuhi kebutuhan air tanaman, serta mendorong peningkatan produksi jagung di Kabupaten Banjar.

Bupati Banjar, H Saidi Mansyur melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Ikhwansyah menyampaikan, apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan sektor pertanian. Khususnya dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Kabupaten Banjar.

Ia secara khusus mengapresiasi Polres Banjar beserta seluruh jajaran atas dukungan dan sinergi dalam mendorong pengembangan sektor pertanian, terutama komoditas jagung. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan kelompok tani merupakan bentuk komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung terwujudnya swasembada jagung nasional.

Ia menjelaskan, sektor pertanian merupakan salah satu sektor strategis yang berperan penting dalam mendukung perekonomian daerah, menyediakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Karena itu, pembangunan pertanian perlu terus didorong agar semakin produktif, modern, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi para petani. Pengembangan jagung pakan juga menjadi salah satu upaya penting karena komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi bagi petani sekaligus menjadi bahan baku utama pakan ternak.

“Bantuan ini bukan sekadar penyerahan alat, melainkan amanah dan tanggung jawab yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Ia berpesan kepada seluruh kelompok tani penerima agar menggunakan alsintan sesuai peruntukannya, merawatnya dengan baik, serta mengelolanya secara tertib dan adil sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh anggota kelompok tani.

Selain itu, Dinas Pertanian dan para penyuluh pertanian diminta terus melakukan pendampingan dan pengawasan untuk memastikan bantuan dimanfaatkan secara optimal, mulai dari pengolahan lahan hingga proses produksi dan panen.

Sementara itu, Wakapolres Banjar Kompol Aunur Rozaq mengatakan, keterlibatan Polri dalam program pengembangan jagung diwujudkan melalui pendampingan kepada kelompok tani, mulai dari pendataan kebutuhan alat dan bibit, proses budidaya, hingga membantu penyaluran hasil panen.

Ia juga menjelaskan, Polres Banjar berperan sebagai penghubung antara petani dan pemerintah daerah. Kebutuhan kelompok tani didata terlebih dahulu, kemudian dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian untuk diusulkan mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat.

“Polri mendampingi dan menjembatani apa yang diperlukan petani kepada pemerintah daerah. Kita mendata masyarakat yang memerlukan alat, termasuk bibit, kemudian menyampaikannya melalui kelompok tani,” jelasnya.

Ia menyebutkan, bantuan alsintan tersebut merupakan hasil usulan Polres Banjar untuk mendukung kelompok tani di enam kecamatan. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat masyarakat dalam mengembangkan budidaya jagung, yang selama ini masih didominasi oleh tanaman padi.

Ia menambahkan, pendampingan juga dilakukan dalam pemasaran hasil panen. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Perum Bulog agar hasil produksi petani dapat tersalurkan dengan baik. Selain itu, jagung hasil panen juga berpeluang dipasarkan kepada peternak mandiri maupun perusahaan peternakan yang membutuhkan bahan baku pakan.

Menurutnya, petani tidak perlu khawatir terhadap pemasaran hasil panen karena Polri siap membantu menjembatani penyaluran jagung melalui jalur pemasaran yang tersedia. Di sisi lain, Kepala Distan Banjar, Warsita mengatakan, bantuan tersebut merupakan dukungan pemerintah pusat yang sebelumnya diusulkan untuk menunjang pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Banjar.

Ia menjelaskan, penentuan penerima bantuan dilakukan berdasarkan pendataan kebutuhan kelompok tani di lapangan dengan melibatkan kepolisian dan penyuluh pertanian. Ia menyebutkan, bantuan kali ini diperuntukkan bagi kelompok tani di enam kecamatan, yakni Sungai Tabuk, Martapura, Simpang Empat, Sungai Pinang, Astambul, dan Mataraman.

Adapun target penanaman jagung yang ditetapkan Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Banjar mencapai 150 hektare. Persiapan lahan telah dilakukan, sementara pelaksanaan penanaman selanjutnya akan menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan ketersediaan air.

“Sekarang masih musim kemarau. Nanti kalau sudah turun hujan, langsung kita tanam. Pengolahan lahan dan bibitnya sudah siap,” tegasnya.

Ia berharap, bantuan alsintan tersebut dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan meningkatkan produksi jagung di Kabupaten Banjar. 

“Semoga tahun depan kita bisa mendapatkan bantuan lagi, sehingga semakin banyak kelompok tani yang terbantu dalam mengembangkan usaha pertanian, khususnya budidaya jagung,” harapnya.

Melalui bantuan alsintan dan pendampingan lintas sektor tersebut, pengembangan jagung di Kabupaten Banjar diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, serta berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan di Kalimantan Selatan dan pencapaian swasembada jagung nasional.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like