Kabupaten BanjarPeristiwa

Empat Desa di Martapura Barat Terdampak Puting Beliung, Puluhan Rumah Mengalami Kerusakan 

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Hujan yang disertai angin puting beliung melanda empat desa di Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Senin (26/10/2026) kemarin sore. Peristiwa tersebut mengakibatkan sekitar 38 rumah warga dan 2 bangunan sekolah dasar mengalami kerusakan, dengan total warga terdampak lebih dari 100 jiwa.

Camat Martapura Barat, Ahmad Rabani menyebutkan, empat desa yang terdampak yakni Desa Sungai Rangas Ulu, Panggalaman, Sungai Batang Ilir, dan Hambuku.

“Di Kecamatan Martapura Barat ada empat desa yang terdampak, yakni Sungai Rangas Ulu, Panggalaman, Sungai Batang Ilir, dan Hambuku. Jumlah keseluruhan sekitar 38 rumah, dengan warga terdampak lebih dari 100 jiwa,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, kerusakan rumah warga umumnya terjadi pada bagian atap yang terbang akibat diterjang angin kencang. Sejumlah rumah mengalami kerusakan cukup parah, terutama di Desa Sungai Rangas Ulu. Kerusakan juga ditemukan di wilayah Sungai Batang Ilir, sementara rumah lainnya mengalami kerusakan dengan kategori sedang.

Selain rumah warga, angin puting beliung juga berdampak pada dua fasilitas pendidikan berupa sekolah dasar. Namun, kerusakan pada kedua bangunan tersebut tidak terlalu parah dan hanya terjadi pada bagian atap.

Ia menjelaskan, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial untuk penanganan warga terdampak. beberapa Bantuan sembako juga telah diserahkan secara simbolis kepada warga.

“Untuk bantuan sembako, hari ini sudah diserahkan secara simbolis. Kemudian, informasinya tim dari BPBD akan mengunjungi rumah-rumah yang terdampak untuk menghitung kerugian,” jelasnya.

Ia menyebutkan, hasil pendataan kerusakan tersebut berpotensi ditindaklanjuti dengan bantuan rehabilitasi bagi rumah warga yang terdampak.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, pihak kecamatan juga berupaya mendorong penghijauan melalui penanaman pohon keras di sekitar permukiman warga dan sepanjang bantaran sungai. 

Menurutnya, kondisi wilayah Martapura Barat yang relatif terbuka membuat sejumlah rumah rentan terkena angin kencang. Karena itu, penanaman pohon diharapkan dapat membantu mengurangi dampak terpaan angin sekaligus menjaga lingkungan.

“Kemarin kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PRKPLH agar bisa membantu penyediaan tanaman untuk ditanam di pinggir-pinggir sungai. Selain untuk penghijauan, pohon juga diharapkan bisa menahan longsor dan mengurangi dampak angin,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like