DaerahTNI - POLRI

Rindam XXII/Tambun Bungai Tutup Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI AD Gelombang III 2026

0
168 Bintara Infanteri TNI AD gelombang III tahun 2026 (Foto : Azmi/R9)

REPORTASE9.ID – Sebanyak 168 peserta didik resmi menyelesaikan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang III Tahun 2026. Penutupan pendidikan tersebut ditandai dengan upacara di Lapangan Lambung Mangkurat, Senin (26/10/2026).

Pangdam XXII/Tambun Bungai Brigjen TNI Ali Akhwan mengatakan, pendidikan ini merupakan bagian dari upaya TNI AD memenuhi kebutuhan personel, khususnya untuk memperkuat Batalyon Teritorial Pembangunan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Menurutnya, para lulusan akan ditempatkan di sejumlah daerah sesuai kebutuhan organisasi dan penugasan masing-masing satuan, termasuk wilayah Papua, Sulawesi, dan Jawa.

Pangdam XXII Tambun Bungai Brigjen TNI AD Ali Akhwan saat diwawancarai awak media (Foto : Azmi/R9)

“Pemenuhan personel Bintara dan Tamtama ini merupakan bagian dari program TNI AD untuk memenuhi kebutuhan Batalyon Teritorial Pembangunan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ali menjelaskan, kurikulum pendidikan di Rindam XXII/Tambun Bungai tidak hanya berfokus pada pembentukan kemampuan dan keterampilan militer, tetapi juga membekali peserta didik dengan pengetahuan teritorial serta bidang pertanian dan peternakan.

Materi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan saat ini, terutama dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang terus digalakkan pemerintah.

Melalui pembekalan itu, para prajurit diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan di satuan masing-masing, sekaligus menjadi penggerak dalam mendukung masyarakat di wilayah penugasan.

“Kami berharap mereka tidak hanya memiliki kemampuan militer, tetapi juga mampu berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan di daerah masing-masing sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, Rindam memiliki tugas utama dalam menyelenggarakan pendidikan dan latihan guna membentuk prajurit yang profesional, disiplin, serta siap menjalankan tugas negara.

Pada kesempatan tersebut, Ali juga mengingatkan masyarakat bahwa proses penerimaan prajurit TNI maupun Polri tidak dipungut biaya. Ia menegaskan, prinsip kehormatan harus menjadi landasan dalam membentuk karakter dan pengabdian seorang prajurit.

“Di Rindam, kami bekerja dengan prinsip kehormatan sebagai dasar pembentukan prajurit. Perlu kami tegaskan pula bahwa untuk menjadi prajurit TNI maupun Polri tidak dipungut biaya,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah